
Institut Teknologi Batam (ITEBA) terus memperkokoh peran dan kontribusinya dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan serta riset terapan berstandar global. Pada Rabu (2/9/2026), jajaran pimpinan ITEBA melaksanakan kunjungan kerja sama resmi ke fasilitas baru PT Free The Sea yang berlokasi di Batam Tembesi Innovation District, Sagulung, Batam. Kunjungan strategis ini diarahkan untuk menjajaki sinergi akademik-industri di sektor ekonomi sirkular, khususnya inovasi pengolahan limbah plastik guna mencegah polusi yang merusak ekosistem pesisir dan perairan.
Delegasi ITEBA dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II, Dr. Eng. Ansarullah Lawi, didampingi oleh Dekan Riset dan Laboratorium, Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM, Kepala Biro Kerjasama, Devina Wistiasari, S.M., M.M, serta Sekretaris Wakil Rektor II, Deni Lorenzo, ST. Kehadiran rombongan kampus disambut hangat oleh Mr. Bahri Beyhan selaku Head of Free The Sea sekaligus International Commercial Manager WIK Group Jerman, didampingi oleh Aline Ardhiani selaku Community Development Manager. Pertemuan berlangsung dinamis dengan pembahasan seputar penguatan rantai pasok daur ulang internasional, keterlibatan komunitas, dan potensi kolaborasi ilmiah antarlembaga.
Sebagai anak perusahaan dari WIK Group asal Jerman, PT Free The Sea menerapkan model ekonomi sirkular modern dengan mentransformasikan limbah plastik rumah tangga dan pesisir menjadi bahan baku berkualitas tinggi serta produk konsumen bernilai tinggi. Melalui komitmen perluasan operasi dan kebijakan menyeluruh, fasilitas ini tidak hanya mengolah botol PET, melainkan bertanggung jawab menyerap seluruh jenis sampah plastik, termasuk kategori plastik bernilai rendah (low-grade plastic) yang kerap dihindari pengepul konvensional demi menahan laju limbah agar tidak bermuara ke laut.
Dalam peninjauan lapangan, rombongan ITEBA menyaksikan langsung tata kelola material di fasilitas baru tersebut, mulai dari unit drop box daur ulang yang memuat materi edukasi perlindungan ekosistem akuatik hingga area penampungan karung besar (jumbo bag) berisi cacahan plastik siap olah. Upaya PT Free The Sea dalam merangkul ratusan kolektor lokal (Plastic Keepers) serta bank sampah dinilai selaras dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi ITEBA, yang membuka peluang emas untuk program penempatan magang mahasiswa, riset bersama rekayasa material plastik, serta pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.
Kunjungan ini menjadi usaha dalammembangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan industri manufaktur hijau. Sebagai langkah tindak lanjut, ITEBA dan PT Free The Sea sepakat akan memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) serta segera menurunkannya ke Perjanjian Kerja Sama (MoA) teknis guna merealisasikan hilirisasi riset kampus.





