
Batam, 22 September 2026 — Pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu bidang strategis yang terus mendapat perhatian ITEBA dalam memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan tantangan masa depan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan MoU antara Institut Teknologi Batam (ITEBA) dan PT. Sinergi Artha Azkia yang berlangsung di Ruang Meeting Rektorat ITEBA, Selasa (22/9).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang Energi Baru Terbarukan (EBT). Pengembangan bidang tersebut juga sejalan dengan rencana ITEBA dalam membuka program studi baru yang berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan teknologi energi masa depan.
Kedatangan Direktur PT. Sinergi Artha Azkia, Bapak Indra Sukmayadi, disambut hangat oleh Wakil Rektor II ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., didampingi Dekan Riset dan Laboratorium, Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM., Ketua CoE, Bapak Zainul Munir, S.T., Me.Tc., serta Kepala Biro Kerja Sama, Ibu Devina Wistiasari, S.M., M.M.
Melalui kerja sama ini, ITEBA dan PT. Sinergi Artha Azkia membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya terkait pengembangan dan implementasi teknologi EBT. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi sivitas akademika sekaligus mendorong penerapan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri.
PT. Sinergi Artha Azkia merupakan perusahaan engineering dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction) yang didirikan pada 2016 di Bandung dan berfokus pada solusi EBT, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ruang lingkup usahanya meliputi PLTS, monitoring dan Internet of Things (IoT), solusi energi dan air, edu equipment EBT, instalasi dan pemeliharaan, serta studi dan konsultansi.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi berkelanjutan antara ITEBA dan PT. Sinergi Artha Azkia dalam menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif, memperkuat ekosistem pendidikan berbasis industri, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjawab kebutuhan sektor energi di masa depan.




-Humas



