
Batam, 25 September 2026 – Di tengah semakin tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital, kemampuan menjaga keamanan informasi menjadi bagian penting yang perlu dikenalkan sejak bangku sekolah. Hal inilah yang menjadi fokus Institut Teknologi Batam (ITEBA) melalui kegiatan Guru Tamu bertajuk “Peningkatan Literasi Keamanan Digital melalui Pemahaman Kriptografi dan Pelatihan Dasar Enkripsi” yang dilaksanakan di SMKN 7 Batam, Kamis (24/09).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 72 siswa/i SMKN 7 Batam dan diisi oleh Dosen Program Studi Teknik Komputer ITEBA, Bapak Muhammad Adi Setiawan Aritonang, M.Kom. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa keamanan data bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan kesadaran dan kebiasaan setiap individu dalam menggunakan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Bapak Adi memperkenalkan konsep dasar kriptografi, meliputi enkripsi, dekripsi, plaintext, ciphertext, serta kunci kriptografi. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengamanan informasi dilakukan melalui metode kriptografi sederhana.
Selain memperkenalkan konsep, kegiatan juga memberikan pengalaman praktis kepada siswa melalui latihan dasar proses enkripsi dan dekripsi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami mekanisme perlindungan informasi sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam menerapkan prinsip keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi untuk membangun kesadaran siswa terhadap berbagai ancaman keamanan informasi, seperti pencurian data, penyadapan, kebocoran informasi, hingga penyalahgunaan data pribadi. Dengan pemahaman yang lebih baik, siswa diharapkan semakin bijak dalam mengelola informasi dan menjaga keamanan data saat beraktivitas di ruang digital.
Melalui kegiatan Guru Tamu ini, ITEBA terus mendorong hadirnya pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Literasi keamanan digital diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi berkembang menjadi budaya sadar keamanan yang melekat dalam setiap aktivitas digital generasi muda.




-Humas



