
Batam, 25 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat daya saing industri Shipyard di Kepri dibutuhkan sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan pelaku industri. Berangkat dari semangat tersebut, Institut Teknologi Batam (ITEBA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Terintegrasi bertajuk “Sinergi Tata Kelola SDM Berbasis RACI-CAM, Reverse Logistics, dan Asuransi Inklusif pada Industri Shipyard Kepri“. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk merumuskan solusi berbasis riset terhadap tantangan pengelolaan sumber daya manusia, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan pekerja di sektor industri maritim.
FGD ini merupakan bagian dari riset kolaboratif yang digagas oleh Dr. I Made Sondra Wijaya, S.T., M.T. bersama tim dosen ITEBA, yakni Dr. M. Irvanni Bahri, S.E., M.Si., CHRMP., Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., Roni Adi, S.E., M.M., Ir. Dimas Akmarul Putera, M.T., Muhammad Adi Setiawan Aritonang, M.Kom., Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM., dan Zainul Munir, S.T., Me.Tc. Kegiatan ini sukses mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Instansi Pemerintah, Asosiasi Industri Galangan Kapal (shipyard), hingga Serikat Pekerja untuk membangun rekomendasi bersama dalam mendukung pengembangan industri maritim yang berkelanjutan.
Diskusi berlangsung dalam tiga panel utama. Panel pertama menyoroti penerapan reverse logistics dan ekonomi sirkular di industri galangan kapal. Para narasumber menyimpulkan bahwa limbah industri seperti logam dan copper slag memiliki potensi ekonomi melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Di sisi lain, diperlukan penguatan harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah serta peningkatan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan melalui perizinan yang lebih ketat dan pemanfaatan teknologi pengawasan.
Pada panel kedua, pembahasan difokuskan pada tata kelola sumber daya manusia berbasis RACI-CAM. Hasil diskusi menegaskan pentingnya standardisasi kompetensi pekerja melalui sertifikasi, kejelasan pembagian tanggung jawab dalam pengelolaan limbah B3, serta penerapan metode RACI-CAM untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Sebagai tindak lanjut, tim peneliti akan melakukan survei terhadap sekitar 500 pekerja guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tata kelola SDM di industri shipyard.
Sementara itu, dalam sesi selanjutnya membahas pengembangan asuransi inklusif bagi pekerja industri galangan kapal. FGD mencatat bahwa meskipun perusahaan telah memenuhi perlindungan dasar melalui BPJS serta berbagai asuransi tambahan, masih diperlukan peningkatan literasi asuransi di kalangan pekerja. Riset ini bertujuan memetakan karakteristik sosial-ekonomi dan profil risiko pekerja sehingga dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi produk asuransi yang lebih tepat sasaran bagi tenaga kerja sektor maritim.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta FGD sepakat membentuk konsorsium kolaboratif untuk melanjutkan penelitian melalui pilot test dan penyebaran kuesioner kepada pekerja teknis pada Juli mendatang. Hasil riset diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan, memperkuat tata kelola industri galangan kapal, serta mendukung terciptanya perlindungan yang lebih inklusif bagi para pekerja sebagai penggerak utama industri maritim Batam. Melalui FGD terintegrasi ini, ITEBA menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan riset aplikatif dan membangun kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah, industri, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan.










-Humas



