
Karimun, 24 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat integrasi antara dunia akademik dan sektor industri maritim, Institut Teknologi Batam (ITEBA) melakukan kunjungan penjajakan kerja sama strategis dengan PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) pada Senin (22/6). Langkah ini diambil guna menyelaraskan kompetensi teknologi dan manajemen yang dimiliki ITEBA dengan potensi besar industri kepelabuhanan di wilayah Kepulauan Riau.
PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), yang sebelumnya dikenal sebagai PT Karya Karimun Mandiri, merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola jasa kepelabuhanan dan maritim di Kabupaten Karimun. Berbekal pengalaman lebih dari 16 tahun, perusahaan ini memegang peran krusial dalam memperlancar arus logistik, komoditas kargo, curah cair, gas, hingga pergerakan penumpang di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun.
Zainul Munir, S.T., Me.T.C., Kepala Bagian Kerja Sama, menyampaikan bahwa kunjungan audiensi ini merupakan langkah awal untuk merumuskan Nota Kesepahaman (MoU) formal yang berbasis pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan modernisasi pelabuhan melalui sentuhan inovasi akademis.
“Kami melihat PT Pelabuhan Karimun memiliki visi besar dalam mewujudkan jasa kepelabuhanan yang berdaya saing global. ITEBA siap hadir sebagai mitra strategis, khususnya dalam menyediakan solusi teknologi terapan dan mempersiapkan SDM siap pakai yang mampu beradaptasi dengan dinamika industri modern,” ujar Zainul.
Pertemuan Kepala Bagian Kerjasama didampingi Roni Adi, SE., M.M., Wakil Kepala Bagian Kerjasama membahas beberapa poin kolaborasi inti. Pada sektor pendidikan, kedua pihak merancang program Praktisi Mengajar, di mana jajaran ahli dari PT Pelabuhan Karimun dapat berbagi ilmu praktis mengenai tata kelola pelabuhan dan rantai pasok maritim kepada mahasiswa. Selain itu, program magang mahasiswa akan dibuka guna memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa ITEBA di unit operasional dan teknologi informasi pelabuhan.
Di sisi lain, fokus riset terapan menjadi daya tarik utama dalam penjajakan ini. ITEBA mengusulkan kolaborasi penelitian yang berfokus pada digitalisasi pelabuhan (Smart Port) serta penerapan konsep Green Port. Upaya ini sejalan dengan rencana jangka pendek dan menengah PT Pelabuhan Karimun dalam mengoptimalkan Pelabuhan Parit Rempak, termasuk perluasan dermaga, pembangunan fasilitas penyimpanan BBM, serta integrasi sistem operasi terminal yang ramah lingkungan.
Tidak hanya menyasar aspek internal perusahaan, kerja sama ini juga direncanakan menyentuh masyarakat luas melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Kolaborasi program Tanggung Jawab Sosial (CSR) perusahaan dengan kepakaran akademis ITEBA diarahkan untuk pemberdayaan wilayah pesisir, seperti pelatihan literasi digital serta penguatan kapasitas UMKM berbasis maritim di sekitar area operasional pelabuhan.
Kunjungan ini disambut baik oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), Liza B. Hilsya, S.E. beserta jajarannya. Sinergi ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen formal, melainkan sebuah katalisator yang mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi maritim daerah, memajukan mutu pendidikan tinggi, serta memperkuat konektivitas logistik yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

-Humas



