
Batam, 29 Juni 2026 – Sejumlah Dosen Institut Teknologi Batam (ITEBA) dipercaya mengemban amanah dalam jajaran kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kepulauan Riau periode 2026–2031. Kepercayaan tersebut menjadi wujud pengakuan atas kompetensi akademisi ITEBA dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, inovasi teknologi, serta penguatan kajian strategis di Provinsi Kepri.
Pelantikan pengurus DPD HKTI Kepri periode 2026–2031 dilaksanakan pada Senin (29/6) di Grand Ballroom Harmoni One Batam. Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak setelah sehari sebelumnya dilaksanakan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Kepulauan Riau.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA selaku Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, yang juga merupakan Ketua Umum HKTI periode 2025-2030. Turut hadir sebagai tamu undangan, wakil Walikota Batam Claudia Li Chandra beserta jajaran pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian, tak lupa delegasi Mahasiswa ITEBA dari berbagai program studi yang ditugaskan memenuhi undangan pelantikan HKTI.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, sejumlah Dosen ITEBA menempati posisi strategis, di antaranya Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng. (Anggota Dewan Pakar), Roni Adi, S.E., M.M. (Wakil Ketua Bidang Perdagangan), Dr. M. Irvanni Bahri, S.E., M.Si. (Wakil Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kajian Strategis), Deosa Putra Caniago, S.Kom., M.Kom. (Wakil Ketua Bidang Inovasi dan Teknologi), serta beberapa sivitas akademika ITEBA lainnya yang juga turut bergabung dalam kepengurusan DPD HKTI Kepulauan Riau periode 2026–2031.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dr. Nyanyang Haris Pratamura, dan Keikutsertaan ITEBA dalam kepengurusan HKTI DPD Kepri diharapkan mampu menghadirkan program-program yang adaptif terhadap tantangan sektor pertanian, sekaligus memperluas kolaborasi dalam pengembangan inovasi dan pemberdayaan petani.
Pada momen pelantikan ini, ITEBA mendapat tempat khusus dengan dipamerkannya inovasi teknologi Smart hidroponik berbasis IoT, SIBiopori berbasis IoT ,TeraNusa – smartpot berbasis IoT, Smart Priolisis berbasis IoT untuk pemanfaatan limbah sawit menjadi biocell. Prototype yang dikembangkan olehkelompok Dosen dan Mahasiswa ini menjadi perhatian khusus Wamen Sudaryono.
Kepercayaan yang diberikan kepada ITEBA untuk mengemban peran strategis di HKTI menjadi bukti kontribusi institusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui keahlian akademik dan inovasi. Selaras dengan semangat tridarma perguruan tinggi, ITEBA terus mendorong sivitas akademik untuk berperan aktif dalam organisasi profesi dan kolaborasi lintas sektor guna menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat, termasuk dalam penguatan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, kepengurusan HKTI yang baru diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam mengawal berbagai program pembangunan sektor pertanian.
Ia juga membuka ruang komunikasi secara langsung kepada pengurus HKTI melalui layanan pesan WhatsApp agar berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan dapat segera disampaikan kepada Kementerian Pertanian untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.







-Humas



