
Parit Raja, Kamis 11 Juni 2026 – Tim riset Institut Teknologi Batam (ITEBA) mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional dengan meraih Gold Medal dalam ajang International Research and Innovation Symposium Competition (RISE) 2026. Kompetisi inovasi bergengsi ini diselenggarakan oleh Pusat Inovasi dan Pengkomersialan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (ICC UTHM) di Dewan Sultan Ibrahim (DSI), UTHM, Batu Pahat, Johor, pada Rabu dan Kamis, 10–11 Juni 2026.
Tim riset ITEBA yang dipimpin oleh Alvendo Wahyu Aranski, S.Kom., M.Kom., beranggotakan Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., dan Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM., sukses memukau dewan juri melalui proyek kolaborasi internasional bersama peneliti UTHM, Dr. Mohamad Firdaus bin Ab Aziz. Mereka mengusung inovasi berjudul “Development of a Low-Emission IoT-Enabled Mobile Plastic Melting Machine for Circular Economy Paving Blocks from Low-Value Plastic Waste in Batam”.
Inovasi yang dikembangkan berupa mesin peleleh plastik portabel berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk menekan emisi berbahaya. Alat ini menjadi solusi atas permasalahan lingkungan akibat pembakaran plastik terbuka yang melepaskan zat toksik seperti dioksida dan furan. Menggunakan mikrokontroler ESP32 dan kontrol termal presisi pada suhu 270°C, mesin ini mampu mencegah panas berlebih sekaligus dilengkapi sistem filtrasi air (wet scrubber) yang mereduksi kepekatan asap hingga 15%. Produk akhir dari pengolahan limbah plastik bernilai rendah ini diubah menjadi paving block bernilai ekonomi untuk mendukung infrastruktur lokal berbasis circular economy.
Wakil Rektor 1 ITEBA sekaligus anggota tim riset, Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian yang kedua kalinya ini, yang pertama di tahun 2024.
“Raihan Gold Medal di ajang RISE ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas riset dan inovasi dosen ITEBA diakui di level internasional. Kolaborasi bersama UTHM ini tidak hanya menghasilkan pengakuan akademik, tetapi juga solusi konkret untuk masalah lingkungan dan ekonomi sirkular di Batam. Kami berharap capaian ini terus memacu semangat seluruh civitas akademika ITEBA untuk berinovasi dan memperluas kemitraan global,” ujar Pak Lawi.
Sebagai informasi, RISE 2026 merupakan pameran dan kompetisi berskala internasional yang dirancang untuk menampilkan produk dan teknologi inovatif dari institusi pendidikan tinggi. Ajang ini mempertemukan para peneliti dan penemu dunia untuk saling berbagi pengetahuan, memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching), serta membuka peluang komersialisasi produk inovasi di tingkat global.









-Humas



