
Batam, 08 September 2026 – Menjawab perubahan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis, ITEBA terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui evaluasi dan pengembangan kurikulum. Hal tersebut diwujudkan oleh Program Studi Matematika melalui Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum yang digelar pada Senin, 7 September 2026, di Ruang B3-02 ITEBA.
Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I ITEBA, Bapak Assoc. Prof. Dr. Dipl. Ing. Ir. H. Hery Sunarsono, DEA., dengan didampingi Wakil Rektor II Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng. dan Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Ibu Assoc. Prof. Dr. Ir. Ririt Dwiputri Permatasari, S.T., M.Si. Dekan FTIN menyampaikan bahwa FGD menjadi ruang strategis untuk memastikan lulusan yang memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri serta menghimpun masukan untuk perbaikan kurikulum.
Kaprodi Matematika, Bapak Andro Kurniawan, S.Pd., M.Sc memaparkan secara singkat kurikulum yang saat ini diterapkan, revisi kurikulum dilakukan berkala setiap empat tahun, serta capaian akreditasi yang telah diperoleh prodi Matematika ITEBA yaitu Baik Sekali. Selaras dengan visi untuk menjadi prodi yang unggul dan inklusif dalam bidang matematika, prodi mengusulkan penambahan mata kuliah wajib seperti Pengantar Ilmu Akuntansi, Machine Learning, Basis Data, Data Mining, dan Asuransi Umum.
FGD Evaluasi Kurikulum ini menghadirkan Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana, M.S. dari IndoMS (Indonesian Matemathical Society), Prof. Dr. Admi Nazra, S.Si., M.Si., M.Sc. seorang akademisi dari Universitas Andalas, dan Bapak Dr. Bagus Sartono, S.Si., M.Si., Ketua Forstat (Forum Perguruan Tinggi Statistika) sebagai narasumber. Turut hadir pula perwakilan OJK Kepri Bapak M. Riski, S. Kom., M. Kom, Ibu Renata Putri Henessa, S.Tr.Stat bersama rekan dari BPS Kota Batam, jajaran dosen Prodi Matematika—Bapak Dr. Sabarinsyah, S.Si., M.Si., Bapak Sandy Salomo Saruan, M.Sc., Ibu Assoc. Prof. Vitri Aprilla Handayani, S.Si., M.Si., Ibu Cinta Rizki Oktarina, M. Stat—serta perwakilan Mahasiswa dan alumni.
Perwakilan OJK Kepri Bapak M. Riski, menekankan pentingnya kemampuan artikulasi matematika dan interaksi dengan lingkungan. Lulusan dituntut adaptif terhadap dunia kerja karena ilmu matematika berperan penting dalam pengambilan kebijakan, pencarian dan analisis data, serta mengidentifikasi potensi model bisnis.
Sementara itu, perwakilan BPS Kota Batam menyoroti pentingnya kemampuan statistisi memahami proses bisnis secara utuh, mulai dari perencanaan, desain, implementasi hingga pengolahan dan analisis data.
Dari sisi alumni, disampaikan bahwa hampir seluruh alumni Matematika ITEBA saat ini telah bekerja. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar beradaptasi, mengimplementasikan ilmu, dan menganalisis berbagai persoalan di dunia kerja.
Di akhir sesi diskusi, Dr. Bagus mengapresiasi komitmen prodi melakukan refinement kurikulum secara berkala, termasuk mengevaluasi metode delivery kurikulum. Prof. Budi merekomendasikan keterlibatan organisasi keilmuan bersama pemerintah, perguruan tinggi, dan LAMSAMA. Sementara itu Prof. Admi juga menegaskan bahwa fokus utama bukan sekadar mata kuliah yang ditambah, melainkan kompetensi lulusan yang dibutuhkan. Ia merekomendasikan AI-enabled mathematics curriculum serta penguatan kemampuan think, model, compute, analyze, decide, dan communicate.
FGD ini menunjukkan pentingnya revisi kurikulum untuk menangkap peluang masa depan dan memperluas profil lulusan Matematika ITEBA agar semakin adaptif, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan industri.





-Humas



