
Batam, 01 Oktober 2026 — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Batam (ITEBA) menghadirkan pengalaman pembelajaran berbasis praktik melalui Workshop DKV One yang dilaksanakan bersamaan dengan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Prodi DKV, Senin (28/9). Kegiatan ini menjadi ajang bagi Mahasiswa untuk memahami secara lebih utuh ruang lingkup Desain Komunikasi Visual, mulai dari landasan teoretik, metode perancangan, hingga penerapannya dalam praktik profesional.
Workshop DKV One menghadirkan Bapak Dr. Triyadi Guntur Wiratmo, S.Sn., M.Sn., yang merupakan Dosen DKV Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Bapak Bima Nurin Aulan, S.Ds., M.Ds., seorang Creative Director sekaligus CEO Wanara Studio sebagai Narasumber utama. Kegiatan ini turut melibatkan mitra industri, Dosen DKV ITEBA Bapak Tommy Andrea Gunawan, S.Ds., M.A., Ibu Diana Fitri, S.Ds., M.Sn, dan Ibu Zhilla Zhalila Qurrata A’yun, S.Ds., M.Ds, serta beberapa Mahasiswa pengurus HIMADE.
Sebanyak 36 Mahasiswa semester 1 dan 2 dari mata kuliah Ilustrasi dan Branding juga mengikuti workshop. Kehadiran praktisi, mitra industri, dan alumni menjadi bagian penting untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan praktik nyata. Mahasiswa juga menampilkan sejumlah karya yang berkaitan dengan ilustrasi dan branding sebagai gambaran capaian pembelajaran sekaligus referensi bagi mahasiswa semester awal.
Dalam materi branding, peserta mendapatkan pemahaman bahwa branding tidak semata-mata berkaitan dengan pengolahan identitas visual, tetapi merupakan proses komunikasi untuk membangun makna dan pengalaman yang dapat diterima oleh target audiens. Konsep “branding is more than making visuals, branding is about creating meaning and experience” menjadi salah satu perspektif yang diperkenalkan. Peserta juga mempelajari brand activation serta kerangka Brand Wheel sebagai salah satu alat bantu dalam membangun narasi sebuah merek.
Sementara itu, praktik desain profesional diperkenalkan melalui alur problem → research → insight → concept → design → system → apply, yang didukung pengelolaan proyek secara terstruktur, mulai dari lingkup pekerjaan, pembagian tugas, proses revisi hingga presentasi akhir. Implementasinya dicontohkan melalui sejumlah proyek Wanara Studio, termasuk identitas visual Kementerian Koperasi dan UKM, kampanye #Kitagaruda PSSI, branding Museum ITB, serta aset imersif Paviliun Indonesia di World Expo Osaka 2025.
Pada materi ilustrasi, mahasiswa diperkenalkan pada beragam media dan teknik, termasuk teknik konvensional menggunakan cat pada kanvas. Setiap medium memiliki karakter pesan tersendiri, sementara fungsi karya menjadi salah satu aspek yang membedakan praktik ilustrasi dari seni.
Selain memperkaya pengalaman pembelajaran, Workshop DKV One diarahkan menghasilkan luaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan publikasi sebagai bagian dari luaran wajib skema workshop. Kegiatan ini memperkuat upaya Prodi DKV ITEBA dalam mengintegrasikan pembelajaran, karya mahasiswa, dan kebutuhan industri dalam proses pendidikan yang relevan dengan perkembangan profesi desain komunikasi visual.











-Humas



