
Dosen Institut Teknologi Batam (ITEBA), Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, hadir sebagai narasumber dalam acara Kuliah Tamu yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam (Polibatam) pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan akademik yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini mengangkat tema besar “Etika Profesi dan Pengendalian Mutu: Membangun SDM Unggul untuk Menghadapi Tantangan Industri Modern”.
Bertempat di Ruang Tanjung Piayu, Gedung Technopreneur Lantai 3 Polibatam, acara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi Polibatam, Ibu Nur Laili Arifin, SST., MT. Kuliah tamu ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa tuan rumah dari prodi tersebut, melainkan juga dihadiri oleh antusiasme delegasi mahasiswa dari ITEBA yang ikut melebur untuk memperluas wawasan profesional mereka.
Dalam paparannya yang merujuk pada topik “Dari Pemeriksaan Produk Menuju Budaya Mutu: Peran Sistem, Manusia, dan Perbaikan Berkelanjutan”, Pak Lawi menggarisbawahi pergeseran pola pikir dari sekadar menemukan kesalahan (Quality Control/Deteksi) menjadi mencegah kesalahan (Quality Assurance/Pencegahan). Beliau menegaskan bahwa mutu bukan sekadar tugas departemen QC, melainkan tanggung jawab kolektif yang tertanam di setiap fase, mulai dari R&D, manufaktur, rantai pasok, hingga komersial.
Lebih lanjut, beliau memaparkan materi penting terkait Teori Gunung Es Mutu, pentingnya Root Cause Analysis (RCA) dan CAPA, hingga bahaya ego sektoral (silo) dalam industri. “Sistem yang buruk akan selalu mengalahkan orang yang baik. Oleh karena itu, standardisasi, prosedur kerja, komunikasi lintas fungsi, serta etika profesi yang kuat merupakan prasyarat mutlak untuk melahirkan profesional berbentuk ‘T’—yang memiliki keluasan soft skills sekaligus kedalaman hard skills,” ujar Pak Lawi dalam materinya.
Suasana kuliah tamu berlangsung sangat interaktif dan seru. Antusiasme tinggi terlihat jelas dari para mahasiswa ITEBA dan Polibatam, khususnya saat memasuki sesi tanya jawab. Banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai tantangan implementasi Quality 4.0 dan penerapan etika profesi ketika menghadapi dilema di lapangan kerja nyata, yang dijawab dengan lugas berbasis pengalaman empiris narasumber.
Acara kolaboratif ini diharapkan dapat terus memacu semangat belajar mahasiswa kedua institusi dalam membekali diri menjadi arsitek sistem yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan digitalisasi serta otomatisasi di rantai pasok global masa depan.










