
Batam, 02 September 2026 – Institut Teknologi Batam (ITEBA) terus memperluas kemitraan strategis demi merealisasikan tridharma perguruan tinggi yang berdampak bagi dunia usaha. Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kepulauan Riau yang berlangsung hangat di kantor APINDO Kepri. Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi terpadu antara sivitas akademika dan kalangan industri untuk mewujudkan Batam sebagai Kawasan Strategis Ekonomi yang Berkelanjutan.
Inisiatif penjajakan kerja sama ini diprakarsai secara langsung oleh Bapak Roni Adi, S.E., M.M., Dosen Program Studi Perdagangan Internasional ITEBA. Delegasi ITEBA dipimpin oleh Dekan Riset dan Laboratorium, Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM dan turut didukung oleh kehadiran anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Bapak Sony Christanto, S.E., M.Si. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Kepri, Bapak Stanly Rocky, S.H., M.H., bersama Sekretaris Eksekutif, Bapak Rickie Ricardo, S.E. Dialog berlangsung akrab dan konstruktif, mendiskusikan berbagai tantangan industri kawasan hingga pentingnya menyelaraskan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan riil pelaku usaha.
Fokus pembahasan dalam pertemuan ini diarahkan pada penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi melalui Center of Excellence (CoE). Dalam struktur tata kelola institusi, CoE dirancang sebagai unit pendukung strategis di bawah koordinasi Dekan Riset dan Laboratorium untuk mengakselerasi Research, Innovation, Business, and Community Services (RIBCS). Keberadaan CoE memosisikan ITEBA sebagai entitas penyumbang, penyebarluas, dan kontributor aktif bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni. Unit ini juga bertindak sebagai pemasok pemikiran berupa kajian akademik bagi pemerintah, industri, operator, serta pemakai jasa di tingkat nasional maupun internasional demi mendukung ketercapaian visi dan misi ITEBA.


Dalam dialog tersebut, Bapak Roni Adi memaparkan gagasannya secara lugas mengenai pentingnya membangun jembatan nyata antara ruang kelas dan aktivitas industri di Kepulauan Riau. Ia meyakini bahwa perguruan tinggi mengemban peran strategis dalam melahirkan riset aplikatif yang adaptif terhadap dinamika pasar global. Melalui sinergi erat bersama APINDO Kepri, keilmuan perdagangan internasional tidak lagi sekadar berhenti sebagai wacana teoritis di atas kertas, melainkan langsung terhubung dengan kebutuhan operasional rantai pasok, penguatan daya saing ekspor-impor, serta praktik bisnis harian para pelaku usaha di Batam.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, M.T., menegaskan komitmen ITEBA untuk merangkul masukan praktisi industri secara terbuka. Beliau menyampaikan bahwa dosen dan peneliti ITEBA sangat membutuhkan perspektif langsung dari para pengusaha agar arah riset terapan yang dikembangkan benar-benar presisi menjawab problem lapangan. Dengan menyerap dinamika dunia usaha melalui APINDO Kepri, kampus dapat menghasilkan kajian ilmiah yang solutif sekaligus melahirkan rekomendasi yang mampu mendorong efisiensi serta ketahanan sektor usaha daerah.
Ketua DPP APINDO Kepri, Stanly Rocky, menyambut positif inisiatif kemitraan strategis ini. Melalui komitmen bersama yang sejalan dengan visi kolaborasi APINDO Kepri, kedua belah pihak sepakat menindaklanjuti pertemuan ini ke dalam program kerja konkret, mulai dari pemetaan kebutuhan talenta, riset kolaboratif, hingga pengabdian masyarakat yang berkelanjutan demi kemajuan perekonomian Batam dan Kepulauan Riau.


-Humas



