
Batam, 01 September 2026 — Upaya memperluas ruang kolaborasi di bidang lingkungan dan pengembangan kompetensi terus dilakukan Institut Teknologi Batam (ITEBA). Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan audiensi Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) dalam rangka penjajakan kolaborasi penelitian dan sertifikasi kompetensi, pada Senin (31/8).
IATPI yang diwakili Ketua Pengurus Daerah, Bapak Hendy Rinaldy, disambut oleh Wakil Rektor II ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., bersama Dekan Riset dan Laboratorium, Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM., Kepala Kerja Sama Ibu Devina Wistiasari, S.M., M.M., Ketua CoE 1 Bapak Alvendo Wahyu Aranski, M.Kom., Ketua CoE 2 Bapak Zainul Munir, S.T., M.Tec., serta sejumlah dosen dari berbagai program studi. Pertemuan berlangsung di Ruang Meeting Rektorat ITEBA Lantai 2 dalam suasana yang hangat dan penuh semangat.
Diskusi difokuskan pada sejumlah peluang kolaborasi strategis, khususnya rencana penelitian bersama antara IATPI, BP Batam, dan ITEBA di bidang penyehatan lingkungan. Selain penelitian, pembahasan juga mencakup program pendampingan masyarakat dalam pengolahan limbah air, kebutuhan tenaga ahli di bidang lingkungan, serta peluang pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan sertifikasi kompetensi.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas aspek regulasi yang berkaitan dengan perizinan usaha, kewajiban Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta monitoring lingkungan di wilayah kerja BP Batam. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam melihat kebutuhan kompetensi dan kontribusi perguruan tinggi terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) didirikan di Bandung pada tanggal 10 Oktober 1977, sebelumnya bernama Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Indonesia (IATPI). Pendirian organisasi IATPI berawal dari kesadaran para pendiri, bahwa ilmu teknik penyehatan, meskipun saat itu belum terlihat peranannya, namun pada suatu saat nanti akan menempati salah satu disiplin ilmu dan profesi yang sangat penting dan strategis di dalam pembangunan nasional.
Melalui pertemuan ini, ITEBA dan IATPI melihat adanya berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, baik dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, maupun sertifikasi kompetensi.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan segera menyusun draft kerja sama sebagai landasan untuk mengembangkan program-program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi institusi, dunia industri, masyarakat, serta mendukung penguatan ekosistem penyehatan dan pengelolaan lingkungan di Batam.



-Humas



