
Batam, 27 Oktober 2026 – Himpunan Mahasiswa Perdagangan Internasional (HIMAPI) Institut Teknologi Batam (ITEBA) menggelar seminar “Peluang Investasi dan Strategi Membangun Masa Depan Finansial dengan Investasi di Pasar Modal” di Auditorium ITEBA, Selasa (27/10/2026) malam. Seminar yang berlangsung pukul 18.30 hingga 21.30 WIB ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI).
Seminar ini tidak hanya diikuti mahasiswa Program Studi Perdagangan Internasional, tetapi juga mahasiswa Prodi Bisnis Digital, Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual, Teknik Komputer, Manajemen Rekayasa, dan Teknik Industri. Dosen-dosen dari Prodi Perdagangan Internasional dan Bisnis Digital turut hadir mendampingi mahasiswa. Banyaknya peserta dari berbagai prodi menunjukkan bahwa literasi keuangan dibutuhkan oleh semua mahasiswa, apa pun bidang ilmunya.
HIMAPI menyiapkan kegiatan ini dengan dukungan Biro Kerja Sama ITEBA dan OJK Provinsi Kepulauan Riau, bersama BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan KISI, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Panitia mahasiswa di bawah koordinasi HIMAPI menangani seluruh rangkaian acara, mulai dari registrasi peserta, pendampingan pembukaan rekening, hingga kuis interaktif di akhir acara.
Mahasiswa juga tampil di panggung. Sintia Afrilia dan Nathanael bertugas sebagai pembawa acara, Cheryl Rhenata Simanjuntak memimpin lagu Indonesia Raya, dan Teguh Iman Santoso membacakan doa.
Kepala Biro Kerja Sama ITEBA, Ibu Devina Wistiasari, S.M., M.M., mengapresiasi kesiapan HIMAPI dalam menjalankan kegiatan bersama mitra eksternal. “Teman-teman HIMAPI menunjukkan bahwa mahasiswa bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi regulator dan pelaku industri. Tema ini juga dekat dengan bidang mereka. Mahasiswa Perdagangan Internasional setiap hari belajar tentang arus barang, modal, dan nilai tukar, dan pasar modal adalah bagian dari ekosistem itu,” ujarnya.
Pimpinan ITEBA mendukung penuh kegiatan ini. Dalam sambutannya mewakili Rektor ITEBA, Bapak Prof. Dr. Ing. Ir. H. Hairul Abral, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Marketing, dan Sumber Daya ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., mengingatkan mahasiswa untuk berinvestasi dengan bijak. “Waktu adalah modal terbesar anak muda. Investasi kecil yang dimulai hari ini, kalau dilakukan secara konsisten, akan tumbuh jauh lebih besar. Tapi ingat prinsip dari OJK: legal dan logis. Kalau ada yang menjanjikan untung besar, cepat, dan pasti, justru di situ kita harus waspada,” pesan Pak Lawi.
Sambutan juga disampaikan oleh Bapak M. Lutfi, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan LMS OJK Provinsi Kepulauan Riau, serta Kepala Wilayah Kepulauan Riau BEI, Ibu Indra Novita. Pada kesempatan itu, BEI menyerahkan cendera mata kepada ITEBA.
Pada sesi materi, Bapak Roy Aditia Perangin-angin, Manajer Madya Pengawasan Perilaku PUJK, EPK, Keuangan Daerah dan LMS OJK Kepulauan Riau, memaparkan perkembangan pasar modal Indonesia. Pak Roy juga mengajak mahasiswa mewaspadai aktivitas keuangan ilegal yang masih banyak menyasar anak muda.
Bu Indra kemudian mengenalkan pasar modal, produk investasinya, dan strategi berinvestasi. Berdasarkan data BEI dan KSEI, jumlah investor pasar modal Indonesia sudah mencapai 32,2 juta per September 2026, dengan 962 perusahaan tercatat di bursa. Bu Indra juga menunjukkan bahwa mahasiswa bisa mulai berinvestasi dengan modal kecil. Reksa dana dapat dibeli mulai Rp10.000, sedangkan uang Rp50.000 sudah cukup untuk membeli puluhan hingga ratusan lembar saham perusahaan yang produknya dekat dengan keseharian mahasiswa, seperti bioskop, kedai kopi, dan restoran cepat saji.
Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Jurnalis Gea, Representative KISI Batam. Pak Jurnalis menjelaskan dua cara dasar memilih saham, yaitu analisis fundamental yang menilai kesehatan bisnis perusahaan dan analisis teknikal yang membaca pergerakan harga. Ia juga menjelaskan jenis-jenis reksa dana sesuai tingkat risikonya. Untuk pemula, reksa dana pasar uang yang risikonya rendah dapat menjadi langkah awal. Setelah itu, Pak Jurnalis memandu peserta membuka rekening efek melalui aplikasi iKISI, dibantu panitia HIMAPI. Peserta yang membuka rekening selama seminar mendapat saldo investasi awal sebesar Rp50.000 dari KISI.
Usai sesi materi, Bu Devina menyerahkan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk terima kasih ITEBA atas ilmu yang telah dibagikan kepada mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, lalu ditutup dengan kuis Kahoot berhadiah tentang materi yang telah disampaikan serta pengisian kuesioner evaluasi.
Bagi mahasiswa ITEBA, seminar ini memberi manfaat yang bisa langsung dirasakan. Banyak peserta malam itu memiliki rekening efek atas nama sendiri untuk pertama kalinya, lengkap dengan modal awal untuk mulai belajar. Kolaborasi ini juga mendukung rencana pendirian Galeri Investasi di ITEBA, yang nantinya dapat menjadi tempat belajar dan praktik pasar modal bagi mahasiswa dari semua prodi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan HIMAPI bisa menjadi motor penggerak literasi pasar modal di kampus. Dengan begitu, mahasiswa dari prodi mana pun punya ruang untuk belajar berinvestasi dengan benar,” pungkas Bu Devina.






