
Institut Teknologi Batam (ITEBA) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi riset internasional. Dalam rangkaian agenda menghadiri undangan “Festival Transmigrasi Tahun 2026 dan Doa untuk Negeri” yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di SP. 1 Tanjung Banon, Rempang Eco City, Kota Batam, Sabtu (10/10/2026), delegasi ITEBA berkesempatan membangun dialog strategis mengenai peluang riset bersama pakar kelas dunia.
Delegasi ITEBA yang hadir diwakili oleh Sekretaris Dekan Riset dan Laboratorium, Siti Nur Maulidina, S.T., M.T., didampingi oleh dosen Program Studi Teknik Komputer, Muhammad Adi Setiawan Aritonang, M.Kom.
Di sela-sela kegiatan festival tersebut, Bapak Muhammad Adi Setiawan Aritonang, M.Kom., berdialog secara langsung dengan Chair of Land Management dari Technical University of Munich (TUM) School of Engineering and Design, Jerman, Prof. Dr. Ir. Walter Timo de Vries, serta Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., M.P.S.
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk berdiskusi mengenai prospek kolaborasi penelitian multidisiplin. Prof. Walter Timo de Vries dikenal secara global atas kepakarannya di bidang manajemen pertanahan, administrasi agraria, dan integrasi teknologi geospasial dengan kebijakan publik. Sementara itu, Prof. Wiwandari Handayani merupakan akademisi terkemuka Indonesia dalam bidang ketahanan kota (urban resilience), adaptasi perubahan iklim, serta manajemen risiko bencana.
Diskusi informal namun substantif ini membahas integrasi keilmuan teknologi informasi dan rekayasa komputer dengan isu manajemen lahan dan ketahanan wilayah pesisir, sejalan dengan karakteristik geografis Batam dan Kepulauan Riau. Sinergi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi publikasi bersama, kolaborasi penelitian aplikatif, hingga pertukaran wawasan akademik di tingkat global.
Kehadiran perwakilan ITEBA dalam forum nasional yang beriringan dengan keterlibatan akademisi internasional ini menegaskan peran aktif ITEBA dalam menyongsong riset masa depan yang berdampak nyata, baik bagi penguatan komunitas lokal maupun sains global.








