
Institut Teknologi Batam (ITEBA) sukses menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) Kepulauan Riau tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang A4-08 Kampus ITEBA pada Minggu (7/6), mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Berdasarkan hasil pemungutan suara yang berlangsung dinamis dari empat kandidat kuat, Bapak Dr. Hendy Rinaldy, ST., M.Si. resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus IATPI Kepri periode 2026–2027, menggantikan Ibu Ir. Dona Astiana, S.T., M.M., IPM.
Acara Muscab tahun ini juga dirangkai dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari ketua lama kepada ketua terpilih sesaat setelah penghitungan suara selesai. Selain sebagai agenda rutin organisasi profesi, momentum ini menjadi tonggak penting penguatan sinergi antara akademisi dan praktis lingkungan di Kepulauan Riau demi mewujudkan program wilayah bebas sampah yang komprehensif.
Ketua Panitia Acara sekaligus Wakil Ketua IATPI Kepri periode sebelumnya, yang juga merupakan Dosen ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah, mengungkapkan rasa optimisme yang tinggi terhadap arah kepengurusan baru ini. Beliau menekankan bahwa ITEBA berkomitmen penuh untuk mengambil peran aktif dalam penanganan isu lingkungan di tingkat regional dengan melibatkan beberapa dosen ITEBA ke dalam jajaran struktur pengurus yang baru.
“Langkah taktis ini akan memperkuat keberadaan Kelompok Riset SAMPAH ITEBA. Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi hilirisasi riset-riset lingkungan yang telah kami lakukan pada tahun-tahun sebelumnya agar memberikan dampak sosial dan ekologis yang lebih nyata,” ujar Pak Lawi dalam komentarnya pasca-acara.
Bergabungnya dosen ITEBA ke dalam kepengurusan IATPI Kepri diproyeksikan membawa dampak positif yang luas bagi mahasiswa. Melalui penguatan jaringan ini, mahasiswa ITEBA akan mendapatkan akses eksklusif ke dunia industri penyehatan lingkungan, mulai dari peluang kerja praktik (magang) di proyek-proyek strategis daerah, keterlibatan langsung dalam riset lingkungan terapan, hingga perluasan jejaring dengan para ahli dan praktisi nasional. Hal ini tidak hanya mempertajam kompetensi praktis mahasiswa di lapangan, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang adaptif dan siap kerja.






