
Batam, 28 Mei 2026 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan mobilitas manusia lintas negara, ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kejahatan transnasional terorganisir menjadi isu yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Kesadaran akan pentingnya edukasi publik terhadap persoalan tersebut mendorong lahirnya berbagai kolaborasi strategis, salah satunya melalui diskusi publik yang digelar di Institut Teknologi Batam (ITEBA), Kamis (28/5).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus ITEBA lantai 4 ini merupakan hasil kolaborasi antara International Organization for Migration (IOM) bersama Yayasan Embun Pelangi. Yayasan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial masyarakat yang berfokus pada isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pendidikan, kesehatan, serta pendampingan korban penyalahgunaan NAPZA.
Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M. Eng. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Embun Pelangi, Bapak Drs. Benny Kusmajadi, serta Bapak Rizky Sagara sebagai perwakilan dari IOM–UN Migration, yang semakin memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, organisasi internasional, dan gerakan sosial masyarakat.
Dalam kegiatan ini, IOM memilih ITEBA sebagai mitra kolaborasi untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi, terkait bahaya TPPO dan kejahatan lintas negara yang terus berkembang. Diskusi public ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, yakni IPTU Yanti Harefa, S.H., M.H dari Ditreskrimum Polda Kepri, Ibu Titi Delima Panjaitan, S.H., M.H dari BP3MI, serta Ibu Devina Wistiasari, S.M., M.M selaku akademisi ITEBA.








Melalui pemaparan para narasumber, peserta mendapatkan wawasan mengenai berbagai bentuk dan modus perdagangan orang, tantangan dalam penanganan kasus, hingga pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta pegiat sosial dan masyarakat umum yang menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung menjadi bukti bahwa isu TPPO dan kejahatan transnasional memerlukan perhatian bersama dari berbagai kalangan.
Melalui kolaborasi ini, ITEBA berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dan edukasi publik terhadap isu-isu sosial strategis, sekaligus mendorong keterlibatan aktif civitas akademika dalam membangun kesadaran dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

-Humas



