
Batam, 6 Mei 2026 – Transformasi industri menuju era digital menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten, khususnya dalam menghadapi penerapan smart factory di sektor manufaktur. Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Batam (ITEBA) menggelar seminar bertema “Kompetensi di Industri Manufacturing dan Penerapan Smart Factory” pada Rabu (06/05) di Auditorium ITEBA.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Yageo TMSS Indonesia, yakni Bapak Muhammad Zikra, S.H., C.H., C.G.M (HR Country Manager) dan Bapak Valentinus Bagas Atibrata (Senior Manufacturing Manager) yang berpengalaman di industri manufaktur Internasional dengan keahlian dalam LEAN Manufacturing, FMEA, Line Design dan Time Measurement. Kegiatan dikemas secara profesional oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) ITEBA dan berhasil menarik antusiasme peserta, tidak hanya dari mahasiswa ITEBA, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi di Batam seperti Prodi Teknik Sipil UNIBA, Teknik Industri UNRIKA, STIE Bentara Persada, UIB, Universitas Universal, dan lainnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi industri. “Kami masih tertinggal dengan teknologi smart factory. Untuk itu, topik kegiatan kali ini sangat penting. Saya pun ingin mengikuti kegiatan ini hingga selesai karena saya juga ingin terus belajar,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur PT. Yageo TMSS Indonesia, Ibu Yosi Marlinda beserta jajaran. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi sekaligus gambaran nyata dunia industri kepada para peserta. “Sebagai mahasiswa, kalian harus memahami apa yang dicari di dunia industri, karena dalam waktu dekat kalian akan terjun langsung. Saat ini terdapat sekitar 1.400 perusahaan manufaktur di Batam, dan di masa depan, ini akan menjadi playground kalian. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan insight mengenai kebutuhan industri yang sesungguhnya,” jelasnya.
PT. Yageo TMSS Indonesia sendiri merupakan bagian dari grup global Yageo yang bergerak dalam produksi komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, serta perangkat pelindung sirkuit yang digunakan pada sektor elektronik, otomotif, dan telekomunikasi. Perusahaan ini juga memproduksi Telemecanique Sensor, sebuah produk yang telah ada sejak tahun 1925 dan kini telah mencapai usia satu abad. Meski demikian, PT. Yageo TMSS terus berkomitmen untuk melakukan inovasi dalam proses produksinya guna menjawab tantangan industri modern.
Melalui seminar ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan di industri manufaktur serta penerapan konsep smart factory yang semakin relevan di era industri 4.0. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih siap, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis.









-Humas



