
Batam, 31 Juli 2026 – Memperluas kemitraan dengan dunia industri menjadi salah satu langkah strategis Institut Teknologi Batam (ITEBA) dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan balasan ITEBA ke PT Djitoe Mesindo pada Kamis, 30 Juli 2026, sebagai upaya menjajaki kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya program magang mahasiswa.
Delegasi ITEBA dipimpin oleh Wakil Rektor II, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng., didampingi Wakil Kepala Kerja Sama Bapak Roni Adi, S.E., M.M., Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., IPM., Dosen Program Studi Bisnis Digital Bapak Reynold, S.Kom., M.Kom., Humas dan Sekretaris serta dua perwakilan mahasiswa. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Bapak Ruli selaku HR and Operational Manager PT Djitoe Mesindo di kawasan industri Tanjung Uncang, Batam.
Kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari program magang mahasiswa, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
PT Djitoe Mesindo merupakan salah satu produsen mesin rokok terkemuka di Asia Tenggara yang menghadirkan solusi manufaktur berteknologi tinggi bagi industri tembakau. Berawal dari usaha keluarga di Solo, perusahaan ini kini memproduksi berbagai jenis mesin, mulai dari maker (mesin pembuat rokok) hingga packer (mesin pengemasan), dengan jangkauan pasar internasional yang mencakup China, Thailand, Jerman, hingga Dubai.
Selain memiliki reputasi di pasar global, PT Djitoe Mesindo juga dikenal aktif membuka kesempatan magang bagi pelajar SMK maupun mahasiswa tingkat akhir. Hal ini menjadi salah satu alasan ITEBA menjadikan perusahaan tersebut sebagai mitra potensial dalam mendukung pembelajaran berbasis industri dan meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.




Melalui kunjungan ini, ITEBA berharap proses penjajakan kerja sama dapat segera ditindaklanjuti menjadi kemitraan yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap memberikan kontribusi bagi perkembangan industri nasional maupun global.


-Humas



