
Batam, 4 September 2026 — Menjawab perubahan kebutuhan dunia industri yang semakin dinamis, Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Batam (ITEBA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum 2027 pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom ini menghadirkan sejumlah mitra industri untuk memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I ITEBA, Bapak Assoc. Prof. Dr. Ing. Herry Sunarsono, DEA., didampingi Wakil Rektor II Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Desain (FTID), Bapak Assoc. Prof. Dr. Ir. M. Ansyar Bora, S.T., M.T., IPM, serta pemaparan Kurikulum dari Kaprodi Teknik Industri, Ibu Amirah Nova Khairiyah Pane, M.Sc.
Dalam sambutannya, Dekan FTID menekankan pentingnya evaluasi kurikulum secara berkelanjutan agar pendidikan yang diberikan selaras dengan kebutuhan industri. “Dalam merancang kurikulum harus dilakukan perbaikan dan penyelarasan dengan kebutuhan industri saat ini. Bukan hanya itu, namun harus diperhatikan pula kompetensi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan turut dihadiri Bapak Assoc. Prof. Dr. Ir. Larisang, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., yang mewakili Badan Keahlian Teknik Industri (BKTI) PII Wilayah Kepri sekaligus Rektor Universitas Ibnu Sina Batam.
Kaprodi Teknik Industri memaparkan evaluasi kurikulum (2022) yang saat ini berjalan serta rancangan Kurikulum Teknik Industri 2027 yang disusun berdasarkan hasil tracer study dan rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Masukan dari mitra industri menjadi bagian penting dalam diskusi. Bapak Merjani, yang mewakili industri migas, menyoroti kebutuhan kompetensi pada bidang perencanaan, logistik, dan quality management, termasuk kemampuan soft skill yang mendukung ketiga bidang tersebut. Ia juga menekankan bahwa kurikulum Teknik Industri tidak boleh bersifat kaku.
Sementara itu, Bapak Refdlizon dari PT. Duta Dimensi menyampaikan bahwa industri saat ini membutuhkan kemampuan operasional dan problem solving. Selanjutnya Bapak Wasito dari PT. Giken Precision Indonesia, menambahkan pentingnya kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin.
Dari sisi mahasiswa, salah satu mahasiswa aktif Teknik Industri Aulia Putri turut memberikan masukan agar kemampuan membaca dan memahami laporan keuangan dapat dipertimbangkan dalam kurikulum.
Melalui FGD ini, ITEBA menunjukkan komitmennya untuk terus menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan Teknik Industri memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan soft skill yang relevan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.





-Humas



