
BATAM, 28 Oktober 2026 – Institut Teknologi Batam (ITEBA) menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Beyond the Classroom: Co-Creating Industry-Ready Programs with Universities” yang diselenggarakan oleh Infinite Learning di Kawasan Nongsa Digital Park (NDP), Batam, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kehadiran ITEBA dalam forum ini diwakili langsung oleh Wakil Rektor II, Dr. Eng. Ansarullah Lawi, guna membahas penyelarasan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan industri masa depan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi spasial (spatial technology) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Forum diskusi ini mengupas perkembangan teknologi spasial mutakhir yang telah diterapkan oleh Infinite Learning, mencakup interaksi gestur tangan (hand gesture) berbasis computer vision, pemanfaatan agen Local Artificial Intelligence berbasis suara tanpa ketergantungan penuh pada komputasi awan, serta penerapan shader dan animasi fidelitas tinggi seperti efek cuaca dan pencahayaan instrumen. Rangkaian teknologi ini diarahkan untuk mendukung pelatihan berisiko tinggi tanpa bahaya fisik, membangun memori motorik intuitif, mempercepat proses adaptasi kerja, dan memvirtualisasikan instrumen industri berbiaya mahal.
Pada sesi tanya jawab teknis, Pak Lawi menyoroti aspek efisiensi komputasi dengan menanyakan komponen mana yang menjadi beban komputasi terbesar (bottleneck) serta teknik mitigasinya ketika sistem menggabungkan interaksi gestur tangan, agen Local AI responsif, dan grafis shader tingkat tinggi secara bersamaan. Pertanyaan ini menjadi titik temu penting antara kebutuhan riset akademis dan batasan teknis perangkat keras di industri.
Momen berharga juga tercipta melalui pertemuan hangat dan membanggakan dengan salah satu alumni berprestasi ITEBA, Siti Maharani Putri, lulusan program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2020. Saat ini, Putri telah sukses berkarier di Infinite Learning dan dipercaya mengemban peran strategis sebagai Professional Mentor, membuktikan bahwa lulusan ITEBA memiliki daya saing nyata dan mampu berkontribusi langsung di garis depan industri kreatif digital skala internasional.
Terkait wacana pembentukan lingkungan satelit pembelajaran di Nongsa, Pak Lawi sebagai Wakil Rektor 2 ITEBA menyampaikan masukan strategis mengenai tiga tantangan lapangan yang harus diantisipasi bersama. Pertama, perlunya sinkronisasi kalender dan beban akademik melalui payung rekognisi SKS penuh model blok agar mahasiswa tidak tertekan membagi fokus antara tugas kampus dan target proyek industri. Kedua, penerapan skema hybrid satellite yang memadukan aktivitas langsung di NDP dengan penguatan fondasi teknis di kampus untuk mengatasi kendala logistik harian mahasiswa. Ketiga, penyediaan jalur akselerasi pra-program berupa bridging course sebelum mahasiswa terjun ke lingkungan kerja agar kesiapan kompetensi teknis dapat tertutup lebih cepat. Melalui langkah-langkah kolaboratif tersebut, ITEBA siap melahirkan lebih banyak talenta unggul yang siap berkiprah di ekosistem industri digital nasional dan global.








