
Batam, 09 Maret 2026 — Dalam upaya mencetak lulusan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan, Fakultas Teknologi Industri (FTID) ITEBA melaksanakan kunjungan strategis ke PT PCI Elektronik Internasional pada Jumat, 6 Maret 2026.
Rombongan ITEBA dipimpin langsung oleh Dekan FTID, Bapak Assoc. Prof. Dr. Ir. M. Ansyar Bora, S.T., M.T., IPM, didampingi Wakil Dekan FTID Bapak Sadiq Ardo Wibowo, S.T., M.T., Ketua LPM Bapak Dr. Ir. Adjar Pratoto, M.T., Kaprodi Manajemen Rekayasa Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, S.T., M.T., serta Kaprodi Teknik Industri Ibu Amirah Nova Khairiyah Pane, M.Sc. Kehadiran tim disambut hangat oleh Bapak Dr. Arief Rahman Hakim, S.T., M.T., IPM, selaku Human Resources Manager PT PCI.
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali kebutuhan kompetensi industri secara mendalam guna penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) Prodi Manajemen Rekayasa dan Teknik Industri. Pihak PT PCI menekankan pentingnya pemahaman siklus hidup produk, terutama pada fase aftermarket dan keberlanjutan (sustainability). Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan industri serta penerapan prinsip Green Manufacturing menjadi sorotan utama, sejalan dengan tren industri global yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan tanggung jawab lingkungan.
Dari sisi teknis, PT PCI memaparkan sejumlah kompetensi yang diharapkan dari lulusan. Sebagai seorang HRD, kompetensi yang dicari tidak hanya terbatas pada penguasaan tools, tetapi juga pemahaman sistem terintegrasi. Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi bahasan:
1. Sistem dan Sertifikasi Industri
Pemahaman tentang sistem mutu dan manajemen sangat krusial. Perusahaan mengharapkan lulusan yang familiar dengan konsep House of Quality dalam QFD (Quality Function Deployment), Preventive Maintenance (perawatan pencegahan), serta Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk pengendalian kualitas. Penguasaan Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai tulang punggung operasi perusahaan modern juga menjadi nilai tambah.
2. Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia
Untuk mendukung karier lulusan, PT PCI menyarankan adanya program sertifikasi yang diakui industri. Ini mencakup sertifikasi di bidang HRD (seperti analisis jabatan dan perencanaan tenaga kerja), sertifikasi Hubungan Industrial (HI) untuk memahami hak dan kewajiban pekerja serta perusahaan berdasarkan regulasi ketenagakerjaan, dan sertifikasi Security Rating Program (SRP) jika relevan dengan bidang keamanan sistem.
3. Pemahaman Bisnis dan Etika
Lulusan juga perlu dibekali dengan pemahaman tentang etika bisnis dan siklus ekonomi yang memengaruhi industri. Pengetahuan tentang hak-hak pekerja sesuai undang-undang, serta cara membangun hubungan kerja yang harmonis dan komunikasi yang efektif, merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif.
4. Perangkat Lunak Pendukung
Penguasaan perangkat lunak menjadi syarat mutlak. Beberapa software yang disebutkan meliputi:
Manajemen Proyek & Kualitas: MS Project, alat bantu seperti Gantt Chart untuk penjadwalan, dan aplikasi untuk Statistical Process Control (SPC).
Desain & Simulasi: Pemahaman tentang teknologi manufaktur modern seperti 3D Printing untuk desain dan prototyping.
Otomasi & Sistem Kendali: Pengetahuan tentang robotika, termasuk Autonomous Mobile Robot (AMR), penerapan Internet of Things (IoT), dan sistem Telematic untuk kendali jarak jauh.
5. Pengembangan Diri
Menyadari pentingnya persaingan di pasar kerja, PT PCI juga mengapresiasi inisiatif ITEBA untuk membekali mahasiswa dengan pelatihan pembuatan CV (Curriculum Vitae) yang efektif dan menarik, serta penguatan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan bahasa Inggris.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi kurikulum dan perumusan visi-misi, tetapi akan berlanjut ke program magang, kunjungan industri, penelitian bersama, hingga program pelatihan dan sertifikasi yang terstruktur. Melalui sinergi dengan PT PCI Elektronik Internasional, FTID ITEBA menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi nyata di industri, khususnya dalam bidang aftermarket dan keberlanjutan.



-Tim Publikasi Humas



