
Batam, 9 Februari 2026 – Ketahanan pangan tidak lagi berhenti pada soal produksi, tetapi menuntut keberanian melangkah ke tahap hilirisasi agar memberi nilai tambah bagi daerah. Gagasan inilah yang menjadi benang merah dalam Focus Group Discussion (FGD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang didukung oleh Institut Teknologi Batam (ITEBA).
FGD yang mengusung tema “Akselerasi Hilirisasi Sektor Ketahanan Pangan Lokal Provinsi Kepri dalam Bingkai Asta Cita Presiden RI” ini diselenggarakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Auditorium ITEBA.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Bapak Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si, yang juga menjabat sebagai Ketua HKTI DPC Provinsi Kepulauan Riau. Turut hadir Wali Kota Batam, Bapak Amsakar Ahmad, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Bapak Mardanis, AMP., S.E., M.H., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Ibu Dr. Rika Azmi, S.TP., M.M. Hadir pula seluruh calon pengurus DPC HKTI Kota Batam dan Bintan serta jajaran birokrasi terkait lainnya. Seperti yang diketahui, ITEBA mengirim 10 calon dalam kepengurusan HKTI DPC Batam.






Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I ITEBA Bapak Dr. Eng. Ansarulah Lawi, M. Eng., yang dalam sambutannya menegaskan komitmen ITEBA dalam mendukung penguatan ketahanan pangan daerah melalui pendekatan akademik, riset terapan, dan kolaborasi multi pihak antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi.
Pada sesi diskusi pertama, FGD menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang yang saling melengkapi, yaitu Bapak Alvendo Wahyu Aranski, M.Kom., Bapak Mardanis, AMP., S.E., M.H., dan Ibu Rina Safitri, S.H., M.H. Ketiganya merepresentasikan unsur akademisi, birokrasi, dan pengusaha, yang membahas strategi percepatan hilirisasi sektor pangan lokal, tantangan kebijakan, serta peluang pengembangan ekosistem pangan berkelanjutan di Provinsi Kepri.
Melalui Forum ini, diharapkan terbangun sinergi konkret antara pemerintah, HKTI, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam mendorong hilirisasi sektor pangan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah yang selaras dengan arah pembangunan nasional.





-Tim Publikasi Humas



