
Batam, 7 Oktober 2026 — Sebagai wilayah perbatasan dengan mobilitas lalu lintas orang, barang, hewan, ikan, dan tumbuhan yang tinggi, Kepulauan Riau memiliki tantangan strategis dalam pengawasan karantina. Pemahaman mengenai hal tersebut menjadi bagian dari materi Sosialisasi Perkarantinaan yang diselenggarakan Badan Karantina Indonesia bagi mahasiswa ITEBA, Selasa (6/10).
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II ITEBA, Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai tujuan penyelenggaraan perkarantinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Kepri memiliki karakteristik wilayah yang menjadikan pengawasan karantina memiliki tantangan tersendiri. Letaknya yang berbatasan langsung dengan negara lain, banyaknya pintu masuk dan keluar, jumlah pulau yang sangat banyak, serta wilayah perairan yang lebih luas dibandingkan daratan menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, masih terdapat sejumlah jalur atau pintu masuk ilegal yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan pengawasan.
Mahasiswa juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai risiko yang dapat muncul akibat lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, bagaimana masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Materi sosialisasi turut menjelaskan alur pengawasan karantina, mulai dari kedatangan kapal, pemeriksaan dan tindakan karantina terhadap komoditas, hingga proses penerbitan sertifikat sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan karantina.
Dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-149, mahasiswa juga diperkenalkan dengan program Duta Karantina. Program ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mengedukasi, menginspirasi, serta mengenalkan fungsi dan pentingnya perkarantinaan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa ITEBA diharapkan tidak hanya memahami konsep perkarantinaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari generasi muda yang turut mendukung perlindungan sumber daya hayati dan menjaga keamanan wilayah Indonesia.





-Humas



