
BATAM, 26 September 2026 — Selat Malaka memiliki peran strategis tidak hanya sebagai jalur perdagangan dan konektivitas maritim, tetapi juga sebagai ruang kehidupan bagi masyarakat pesisir. Perspektif tersebut menjadi salah satu perhatian dalam The 1st International Conference on the Strait of Malacca (ICSM) 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Institut Teknologi Batam (ITEBA) dan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI), pada Kamis, 24 September 2026, di Auditorium Vitka, Batam.
Mengangkat tema “Assessing the Future of the Strait of Malacca: Regulations, Blue Economy, and Coastal Indigenous People,” konferensi internasional ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, praktisi, organisasi, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan Selat Malaka dari beragam perspektif.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara ITEBA, Batam Tourism Polytechnic (BTP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), dan ISMI. Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarlembaga, khususnya dalam pengembangan akademik, penelitian, pendidikan, serta kegiatan lain yang mendukung pemanfaatan potensi kawasan maritim secara berkelanjutan.
Kegiatan konferensi berlangsung secara luring dan daring dengan menghadirkan sejumlah sesi pembahasan terkait regulasi, ekonomi biru, serta kehidupan masyarakat pesisir. Salah satu sesi yang menjadi bagian dari konferensi adalah “Marine and Coastal Indigenous People”, yang membahas masyarakat adat dan masyarakat pesisir dalam konteks perkembangan kawasan maritim.
Ketua Harian PB ISMI, Prof. Dr. Ir. H. Ilmi Abdullah, M.Sc., menyampaikan bahwa Selat Malaka merupakan urat nadi bersama yang memiliki nilai strategis bagi berbagai pihak. “Selat Malaka merupakan urat nadi bersama. Prinsip utama, kepentingan masyarakat pesisir tidak boleh terabaikan. ISMI menggagas konferensi ini untuk menjaga kelestarian Selat Malaka sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkeadilan dan maksimal bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Mewakili tuan rumah, Wakil Rektor II ITEBA Bapak Dr. Eng. Ansarullah Lawi, M.Eng turut hadir bersama Wakil Direktur I BTP Bapak Dr. Eryd Saputra, S.Par., M.M., M.Sc. Hadir pula Ketua Dewan Pakar PB ISMI Datuk Sri Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin, Ph.D., sementara Ketua Dewan Pembina PB ISMI Tun Dr. H. Rahmat Shah turut membersamai kegiatan secara daring.
Keterlibatan ITEBA dalam ICSM 2026 sekaligus menjadi bagian dari komitmen memperluas kolaborasi akademik dan kelembagaan. Melalui forum internasional dan penguatan kerja sama antarlembaga, ITEBA terus membuka ruang pertukaran pengetahuan serta kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Batam, Kepulauan Riau, dan Selat Malaka.







-Humas



